LAGI EMOH DIFOTO
Terkadang emang syusah untuk memahami orang lain, pun dengan memahami anak sendiri. kita sebagai ortu kadang ingin selalu mengabadikan setiap kegiatan dan tumbuh kembang anak salah satunya dengan foto, tapi mungkin anak juga punya rasa gak nyaman hloh dengan apa yang kita lakukan.
Semenjak si kecil makin aktif dan makin ada aja tingkahnya apalagi sekarang sudah menjamur Sosmed saya yang tiap lihat sesuatu yang menarik, foto. Tiap lihat backgroundlucu, foto. Main sama anak juga sambil pegang hape, biar enggak kelewat kalau ada moment lucu yang bisa dijepret. Alasannya, “Buat update Instagram”.
Dulu saat Nasywa masih kecil semuanya aman-aman aja. Gerakan dia juga belum seatraktif sekarang. Jadi masih bisalah setiap momen dijepret pake kamera hape. Tapi setelah makin besar, pas beruntung dia mau difoto, ehh..belum selesai jepret bocahnya sudah lari duluan jadi hasil jepretannya blur semua.. T___T
Dan setelah makin besar juga, dia sudah bisa menolak jika tidak mau difoto sudah banyak protes juga kalo saya pegang hape pas dia lagi asyik main langsung diteriakin,“Aku enggak mau difoto!!” atau kalo gak "Main Hape Terus" hadewhh langsung mak jleb tepat sasaran. Misalnya dibujukin dengan segala cara juga tetap keukeuh di pendiriannya, “No foto-foto!!”
Akhirnya, saya lebih memilih pose candid yang dia pas enggak lihat kamera. Biar dia enggak sadar kalau lagi difoto.
Tapi terkadang kalo pas moodnya bagus dia sendiri yang minta difotoin, mau anteng, eksen sampai dapat beberapa foto bagus baru dia gerak.HAHAHAHA
Maapkan ibumu ya nak yang gatel entah kenapa seringkali ada perasaan membuncah pengin mengabadikan momen-momen lucunya di sosial media. Sindrom mamah-mamah muda Indonesia. LOL
Kalau dulu motivasi awalnya cuma pengin mengabadikan momen, lama-lama setelah lihat feed foto-foto di Instagram pada bagus-bagus, lihat foto bayi-bayi selebgram yang lucu-lucu, kemudian mulai terbakar motivasi untuk membuat postingan serupa. Kalau bisa memotret dengan baik tanpa harus memaksakan anak, bagus sii.. Tapi kalau udah mulai memaksa anak berpose ini-itu, freeze dulu pose-nya, senyumnya ayo yang manis. Damn! Lama-lama Instagram bikin ibu-ibu foto anak ini jadi tertekan.
Anak-anak itu sama seperti orang dewasa, bisa bete ketika ada sesuatu yang tidak menyenangkan, serta tidak selalu mau bertingkah lucu dan menggemaskan.
Kalau kita ingin anak-anak menghormati kita orang-orang dewasa ini, kenapa kita tidak memberinya contoh dengan menghormati mereka terlebih dahulu.Dengan tidak memaksanya,
- mengambil foto/video jika dia memang sedang tidak nyaman difoto/direkam video.
- menjawab semua pertanyaan-pertanyaan kita.
- menyanyi ketika dia hanya mau menyanyi kalau sama orang tuanya.
- menari ketika badannya sedang tidak nyaman tapi sulit menjelaskan rasanya.
- makan ketika dia benar-benar sudah menolak suapan terakhir.
- bermain aktivitas tertentu padahal dia tidak suka.
- bersalaman jika dia sedang tidak nyaman bersalaman.
Kita juga pernah kan bete maksimal ketika tiba-tiba temen posting foto yang pose kita-nya yang enggak banget. Niatnya cuma buat lucu-lucuan, tapi ternyata itu bikin kita seperti tidak dihormati.
Saya nulis ini sebagai reminder buat diri saya sendiri yang masih suka memaksa anak, membalas ngambek ke anak ketika dia tidak mau difoto, atau bad mood ketika udah traveling jauh-jauh dia ogah difoto.
And the bottom line is..
Perlakukan anakmu dan anak orang lain, seperti kamu ingin diperlakukan oleh orang lain.

Komentar
Posting Komentar